Sabtu, 29 Desember 2012

Sofa Impian

     Buatku kenyamananadalah, ada aku dan kamu duduk disofa menonton dvd semalaman.
Buatku uang pun gak bisa beli kenyamanan itu.
tapi kamu, buatmu kenyamanan adalah sofa yang canggih, yang pumya mesin roket didalamnya, yang ada kulkas didalamnya, sofa yang bisa buatmu terbang ke angkasa. sofa impian
sayang, aku gak punya sofa seperti itu. sofaku warnanya coklat keabu-abuan, beberapa keping dvd, bir dan pizza yang bisa kita pesan lewat telefon.

kamu mau sofa canggih itu?

mungkin aku bisa dapetin dua, atau tiga sofa yang kamu suka. tapi janji jangan pernah pergi dari aku. kamu gak tau gimana dan seperti apa caraku membeli sofa impianmu, duduk dan nikmati sofa ini,

sofa yang kudapatkan warnanya merah dari kulit rusa, ada mesin jet dan tenaga roket yang buatmu terbang keangkasa, tapi sayang konsekuensinya aku gak bisa nemenin kamu disitum ada harga yang harus kubayar untuk sofa impianmu.

lucunya aku jelaskan berkali0kali ketika kamu bertanya kenapa aku gak pulang hari ini. aku gak bisa nemenin kamu disitu, kamu tau aku mau kamu, aku tau kamu mau sofa itu. tapi kamu marah dan karena aku gak sering lagi duduk disitu.
kamu marah, kamu pergi bawa sofa impianmu, sama mantanmu, terbang kebulan naik sofa yg kuberikan cuma buat kamu.

.......


"Ada cinta, hilang segala...."

kata pujangga tua duduk diatas sofa tuanya...

dan inilah aku, duduk di sofa nyamanku, sendiri, tanpa kamu, hanya bir, pizza dan beberapa keping dvd..

aku rasa, aku gak kehilangan semuanya...

"ada cinta hilang segala..."

*lempar pujangga tua pake sofa*

Kamis, 13 Desember 2012

HASRAT

Aku menginginkanmu, hidup dan matimu.

Bibirmu yg seharusnya ada untuk mengecupku, dan kulitmu yg sejatinya ada untuk menyelimutiku. Radang merindu, dikala malam buatku berpendam pada jutaan penyesalan

Mengapa tidak kuambil kunci mobilku dan menuju istanamu? Apa semudah itu?

 Dengan membayangkanmu telanjang didepan mataku pun buatku menggelinjang.

"Sial..."

Belum lg angan ttg desah, peluh, dan lenguh dan bunyi nafasmu yg mengganggu tiap malam.

Aku menginginkanmu, hidup dan matimu.

Bilamana kamu ijinkan, maukah kamu duduk diatasku menari tanpa malu tanpa baju tersenyum dan mengusir matahari yg mengintip dijendelaku? Menjambak rambutku, dan memaksaku untuk jd anak yg nakal memuaskan hasrat segala gairah yg hingar bingar senan tiasa kamu tunjukan kesekitar.

Aku menginginkanmu, hidup dan matimu.

 Sejatinya bibirku ada untuk mengulum lidahmu dengan rindu, kulitku ada untuk menyatu tanpa ragu denganmu.
Dan basah kasurku karenanya, pecah sunyiku mencarimu, hingar bingar kesepian yg berpendam.

Kekasih Tulisanku

Hey kamu. Apa kabar? Gimana harimu? Mungkin, harus aku yg cerita dulu ya?
Oke, hari ini aku bangun pagi. Selain langsung merindukanmu dan melihat hp ku beharap sms atau telfon darimu aku malas sekali bangun hari ini.

Seperti biasanya. Aku mandi, dan melihat toilet duduk seakan km disitu menungguku selesai dengan shower. Lalu aku memasak sarapanku sendiri, kesukaanmu, telur acak2 dan beberapa potong chicken wings. Aku masak untukku sendiri..
Hari ini aku gak ngapa2in, cuma nonton tv minum berkaleng2 bir dan mencoba untuk melupakanmu. Tapi otak dan hatiku memaksa untuk tetap berpikir,

"mungkin besok pikiranmu berubah.."

Lalu sorenya aku keluar, berkeliling tak tentu arah dengan mobilku. Kemacetan membuatku gila, seharusnya kamu disebelahku kita mengalihkan brengseknya kemacetan ibukota.
Lalu kuputar setir dan pulang kerumah, kosong, gak ada kamu..
Aku malas mandi, pikirku. Biasanya aku mandi sebelum mau memelukmu sampai tertidur, tp apa kamu disini? Sesampai subuh pun aku masih menunggumu..
Tak sadar tiang air mata meluncur bebas seakan bernyali baja.
Dan lagi, bergelas2 bir ku hirup untuk menggantikan air yg hilang dikepalaku.

Sayang, aku merindumu. Pulang, kembalilah untukku. Apa yg tak ku punya untukmu sekarang?

Teh Di Pagi Hari

Selamat pagi, manis. Aku ingin sekali lg menjadi teh mu dipagi hari, disaat perutmu sakit bulanan dan moodmu yg berantakan.
Gak perlu lagi gula, karena esensi gula pun terlekat padamu, pada bibirmu, yg masih membekas di kepala dan indra perasa.
Tapi teh-nya sudah dingin, bahkan basi.
Mungkin tawamu pun tak tersisa ketika aku salah mengeja teh menjadi the, entah ingat atau gak kita sering tertawa karena itu, dulu.
Namun cangkir yg biasa aku siapkan masih ada dan menunggumu untuk mengisinya kembali. Itu pun jika kamu mau. Itu pun jg jika aku bisa.
 Jujur, aku ingin membencimu dan lupa menyiapkan cangkir itu setiap pagi. Tapi apa bisa aku melupakan hal yg aku benci?

 Kekasih tulisanku, ingat ada hatiku yg terselip disetiap kata dan spasi ini. Sedikit yg berbisik agar kamu cepat kembali, ada juga yg berteriak agar kamu cepat mati.
 Karena yg ku tau, jika dengan teh rasa rindu tak ku temu dirimu, dengan tiang air mata sepanjang apa mampu ku hanyutkan dirimu?

Takdir Segelas Perasaan

Cerita kita adalah sisa buih di gelas bir. Berbekas tak hilang lekas, membekas dan tak langsung tuntas. Pasti, menuang lg satu yg baru
Bila gelas baru pun berlanjut, masih tetap bir yang sama.

"Tak puas kalau cuma segelas", lalu kita pun tertawa karenanya

Dan kita biasa meminumnya bergantian, tidak terburu-buru dan tidak berlalu-lalu. Konstan, seakan banyak waktu yg berbuku menunggu

"Aku ingin menulisnya diatas kertas", ujarmu.

Aku pun menyahut,

"aku juga sedang menuangnya didalam gelas"

Sejujurnya kita bs saling menyakiti dengan gelas bir yg dulu kita pecahkan. Namun belum ada sakit yg bs menggantikan candu kita pd cinta

Inginku yg lalu jgn dibiarkan berlalu, biarkan kita rengkuh dan sakit karenanya. Sampai tak sembuh-sembuh. Agar aku jenuh, demikian pun kamu

"Kamu percaya cinta?" Tanyaku sebentar.

"Yg aku percaya, botol ini mampu membelah dadamu",

katamu dgn bangga........


....


Kamu biasa tau, aku tak punya nafsu, cuma cinta, cinta yg kata orang cinta segitiga, segilima, dan segi-segi lainnya.
Segi dari setiap sendi pada sudut dimana rokok ku biasa disulut. Bergelas-gelas bir ditiap semaput pun sering ku pagut, berlanjut sampai kasur yg kusut

Sebab, kita ada rindu yg belum ketemu

Sebab, kita ada bir yg belum mencair

Sebab, ada kita di sauh yg menjauh, genggaman di mulut botol yg jatuh, dan lambaian manis diiringi bunyi peluit masinis.

Namun menyerahlah sayang, seiring waktu kurang bertemu pun kita saling mengerti
Diam-diam kita menggambar masa depan masing-masing dan ada kita berdua bersulang di bar biasa bertemu

Duniaku sekarang, tanpamu

Jika aku tak bisa mencintaimu, sayang, aku akan menghancurkanmu

Berserakan dan bersenggama diantara puing hati yg telah kamu lupakan, sayang

 Jika aku tak bisa merindukanmu, sayang, aku akan meniadakanmu

Bersentuhan lara dan senduku yg menggebu padamu, sayang

Aku pun berkaca pada kaca buram yg pecah, tentang keadaanku yg sempat membuatmu luluh lantah.
Tiada kata yg tak pantas, segala kutuk dan tulah pun sudah ku ungkapkan.

Peluhku, darahku, rinduku, cintaku, hidupku, matiku, sudah kutanggalkan
Dan sejatinya ku jadikan itu sebagai tempat terakhirmu untuk bersuka...

 Inilah duniaku sekarang, tanpamu.

 ...............

Karena yg aku tau, begitu bersamamu,


duniaku itu kamu